Alamat : Ds Wangkal RT 8 RW 4 Krembung Sidoarjo Jatim ,HP. 081703012793

Kamis, 29 Mei 2014

TUGAS MERANCANG MEDIA PEMBELAJARAN

TUGAS INDIVIDU

Rancanglah Media Pembelajaran dengan ketentuan sebagai berikut :
1. Menggunakan Pendekatan Assure
2. Tingkat pendidikan bebas bisa dipilih dari RA sampai MA
3. Laporan boleh dilampiri RPP
4. Format form design dapat dilihat di nanangok.blogspot.com pada menu materi kuliah
5. Laporan dan Produk ( hasil) pembuatan media dikumpulkan sebelum UAS (bisa dikirim ke  nanangwahyudi36@yahoo.com bagi media yang bisa difile kan)



Selasa, 20 Mei 2014

Klasifikasi Media Pendidikan



KLASIFIKASI MEDIA PENDIDIKAN
Oleh : Nanang Wahyudi

Media pembelajaran merupakan komponen instruksional yang meliputi pesan, orang, dan peralatan. Dengan masuknya berbagai pengaruh ke dalam dunia pendidikan (misalnya teori/konsep baru dan teknologi), media pendidikan (pembelajaran) terus mengalami perkembangan dan tampil dalam berbagai jenis dan format, dengan masing-masing ciri dan kemampuannya sendiri. Dari sinilah kemudian timbul usaha-usaha untuk melakukan klasifikasi atau pengelompokan media.

A.     Klasifikasi menurut para ahli

1.   Klasifikasi Menurut Hamijaya
Santoso S. Hamijaya, mengklasifikasikan media pendidikan yang dikaitkan dengan teknologi pendidikan menurut penggunaannya, yaitu:
a.         Media dan teknologi pendidikan yang penggunaannya secara masal, yaitu sebagai berikut:
·         Televisi
·          Film dan Slide
·          Radio
b.        Media dan teknologi pendidikan yang metode penggunaannya secara individual, misalnya:
·         Kelas dan laboratorium elektronik
·         Alat-alat otoinstruktif
·         Kotak unit instruksional
c.         Media dan teknologi pendidikan yang penggunaannya secara konvensional
d.        Media dan teknologi pendidikan pada pendidikan modern, berupa:
·         Ruang kelas otomatis
·         Sistem proyeksi berganda
·         System interkomunikasi

2. Klasifikasi Menurut Gerlack dan Ely
Media dibagi menjadi 5 kategori umum menurut sifat benda, yaitu:
a. Benda-benda asli dan manusia
b. Gambar-gambar dan gambar yang disorot
c. Benda-benada yang didengar
d. Benda-benda cetakan
e. Benda-benda yang dipamerkan

3. Klasifikasi Menurut Edgar Dale
Mengklasifikasikan media instruksional edukatif berdasarkan pengalaman belajar peserta didik, yaitu dari yang bersifat konkret sampai yang bersifat abstrak. Pengalaman-pengalaman itu meliputi:
a. Pengalaman melalui lambang kata/verbal
b. Pengalaman melalui lambang visual
c. Pengalaman melalui gambar
d. Pengalaman melalui rekaman, radio, gambar
e. Pengalaman melalui gambar hidup
f. Pengalaman melalui televisi
g. Pengalaman melalui pameran
h. Pengalaman melalui widyawisata
i.  Pengalaman melalui kegiatan demonstrasi

4. Klasifikasi Menurut Rudy Bretz
Mengelompokkan media kedalam 7 kelas yaitu:
a. Media Audio-Motion-visual
b. Media Audio-skill-visual
c. Media audio-seminotion
d. Media motion-visual
e. Media skill-visual
f. Media audio
g.Media yang hanya mampu menampilkan informasi berupa symbol-simbol tertentu saja.
                                                      
5. Klasifikasi Menurut Briggs
Briggs mengoidentifikasi 13 macam media yaitu:
a. Objek
b. Model
c. Suara langsung
d. Rekaman audio
e. Media cetak
f.  Pembelajaran terprogram
g. Papan tulis
h. Media transparnsi
i.  Film rangkai
j.  Film bingkai
k. Film
l.  Televisi
m Gambar

7. Klasifikasi Menurut Gagne
Gagne membuat 7 pengelompokan media, yaitu:
a.       Benda untuk didemonstrasikan
b.      Komunikasi lisan
c.       Media cetak
d.      Gambar diam
e.       Gambar gerak
f.       Film bersuara
g.      Mesin belajar

8. Klasifikasi menurut suparlan al-hakim:
a.    Media visual : gambar,foto,grafik,skema dll
b.      Media audio : radio, tape recorder
c.       Media pandang dengan pendengaran : tv, video tape
d.      Media display : papan tulis
e.       Media cetak : buku, surat kabar, majalah
f.       Pengalaman sebenarnya maupun tiruan : kerja praktek,
       permainan, simulasi,karyawisata

Secara umum ada empat jenis media pembelajran, yaitu media visual, media audio, mediaaudio-visual, dan multimedia.
1.      Media visual, yaitu media yang digunakan hanya mengandalkan indra penglihatan peserta didik, sehingga pengalaman belajarnya sangat tergantung pada kemampuan penglihatan. Contoh : photo, grafik, bagan, diagram.
2.      Media audio, yaitu media yang dalam proses penggunaannya hanya melibatkan indra pendengaran peserta didik. Contoh: tape recorder, radio.
3.      Media audio-visual, yaitu media ini melibatkan pendengaran dan penglihatan sekaligus dalam penggunaannya. Contoh: televisi, film dan video.
4.      Multimedia, yaitu media yang melibatkan jenis media untuk merangsang semua indera dalam suatu kegiatan pembelajaran.


B.     Macam-macam Media dalam Pembelajaran PAI
Media pembelajaran pendidikan agama Islam merupakan wadah dari pesan yang disampaikan oleh sumber atau penyalurnya yaitu pendidik, kepada sasaran atau penerima pesan, yakni peserta didik yang belajar pendidikan agama Islam. Tujuan penggunaan media pembelajaran pendidikan agama Islam tersebut adalah supaya proses pembelajaran pendidikan agama Islam dapat berlangsung dengan baik. Dari jenisnya, media pembelajaran pendidikan agama Islam dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis, yakni media yang bersifat materi (benda) dan media yang bersifat non materi (bukan benda).

1.    Media yang Bersifat Materi
Media pembelajaran yang bersifat materi ialah media yang berupa benda mati yang dapat mendukung proses kegiatan belajar-mengajar yang disebut juga dengan media peraga, seperti ruang kelas, perlengkapan belajar, dan lain sebagainya. Media ini mempunyai cakupan yang sangat luas, di antaranya adalah:
a. Media Cetak
b. Media Audio
c. Media Visual
d. Media Audio Visual
e. Media Display
f. Media Praktek

2.    Media yang Bersifat Non-Materi
Media pendidikan yang bersifat non materi memiliki sifat yang abstrak dan hanya dapat diwujudkan melalui perbuatan dan tingkah laku seorang pendidik terhadap anak didiknya. Diantara media yang termasuk dalam kategori ini adalah: keteladanan, perintah, tingkah laku, ganjaran dan hukuman.
a.    Keteladanan
Pada umumnya, manusia memerlukan figure (sosok) identifikasi yang dapat membimbing manusia ke arah kebenaran. Untuk memenuhi keinginan tersebut, Allah mengutus Muhammad menjadi tauladan bagi manusia dan wajib diikuti oleh umatnya. Untuk menjadi sosok yang ditauladani, Allah memerintahkan manusia termasuk pendidik selaku khalifah fi al-ardh untuk mengerjakan perintah Allah dan Rasul-Nya sebelum mengajarkannya kepada orang yang akan dipimpin.
b.    Perintah dan Larangan
Seorang muslim diberi oleh Allah tugas dan tanggung jawab untuk melaksanakan “Amar ma’ruf nahi munkar”. Amar ma’ruf nahi munkar merupakan media dalam pendidikan. Perintah adalah suatu keharusan untuk berbuat atau melaksanakan sesuatu. Suatu perintah akan mudah ditaati oleh peserta didik jika pendidik sendiri menaati peraturan tersebut, atau apa yang dilakukan si pendidik sudah dimiliki atau menjadi pedoman pula bagi hidup si pendidik.
Sementara larangan dikeluarkan apabila si peserta didik melakukan sesuatu yang tidak baik atau membahayakan dirinya. Larangan sebenarnya sama dengan perintah. Kalau perintah merupakan suatu keharusan untuk berbuat sesuatu yang bermanfaat, maka larangan adalah keharusan untuk tidak melakukan sesuatu yang merugikan.
c.    Ganjaran dan Hukuman
Ganjaran dalam konteks ini adalah memberikan sesuatu yang menyenangkan (penghargaan) dan dijadikan sebuah hadiah bagi peserta didik yang berprestasi, baik dalam belajar maupun sikap prilaku.
Selain ganjaran, hukuman juga merupakan media pendidikan. Dalam Islam hukuman disebut dengan iqab. Sejak dahulu, hukuman dianggap sebagai media yang istimewa kedudukannya, sehingga hukuman itu diterapkan tidak hanya dibidang pengadilan saja, tetapi juga diterapkan pada semua bidang, termasuk bidang pendidikan.

DOWNLOAD

Selasa, 13 Mei 2014

PENGANTAR MEDIA PENDIDIKAN


PENGANTAR MEDIA PENDIDIKAN
OLEH :
NANANG WAHYUDI

A.           PENGERTIAN MEDIA PENDIDIKAN
¨  Istilah media berasal dari bahasa Latin yang merupakan bentuk jamak dari "medium" yang secara harafiah berarti perantara atau pengantar
¨  Secara harfiah media diartikan “perantara” atau “pengantar”. AECT (Association for Educational Communication and Technology) mendefinisikan media yaitu segala bentuk yang digunakan untuk proses penyaluran informasi.
¨  Robert Hanick dan kawan-kawan (1986) mendefinisikan media adalah sesuatu yang membawa informasi antara sumber (source) dan penerima (receiver) informasi.
¨  Masih dalam sudut yang sama Kemp dan Dayton mengemukakan peran media dalam proses komunikasi sebagai alat pengirim (transfer) yang mentransmisikan pesan dari pengirim (sender) kepada penerima pesan atau informasi (receiver).
¨  Sedangkan Oemar Hamalik mendefinisikan, media sebagai teknik yang digunakan dalam rangka lebih mengefektifkan komunikasi antara guru dan murid dalam proses pendidikan dan pengajaran di sekolah. Media pembelajaran merupakan perantara atau alat untuk memudahkan proses belajar mengajar agar tercapai tujuan pengajaran secara efektif dan efisien.
¨  Dari pendapat-pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah alat atau metodik dan teknik yang digunakan sebagai perantara komunikasi antara seorang guru dan murid dalam rangka lebih mengefektifkan komunikasi dan interaksi antara guru dan siswa dalam proses pendidikan pengajaran di sekolah.
Media pendidikan , tentu saja media yang digunakan dalam proses dan untuk mencapai tujuan pendidikan. Pada hakekatnya media pendidikan juga merupakan media komunikasi, karena proses pendidikan juga merupakan proses komunikasi. Apabila kita bandingkan dengan media pembelajaran, maka media pendidikan sifatnya lebih umum, sebagaimana pengertian pendidikan itu sendiri. Sedangkan media pembelajaran sifatnya lebih mengkhusus, maksudnya media pendidikan yang secara khusus digunakan untuk mencapai tujuan belajar tertentu yang telah dirumuskan secara khusus. Tidak semua media pendidiikan adalah media pembelajaran, tetapi setiap media pembelajaran pasti termasuk media pendidikan

  1. Sejarah Media Pendidikan
Pada akhir tahun 1950 teori komunikasi mulai mempengaruhi penggunaan alat bantu audio visual, yang berguna sebagai penyalur pesan atau informasi belajar.
Pada tahun 1960-1965 orang-orang mulai memperhatikan siswa sebagai komponen yang penting dalam proses belajar mengajar. Pada saat itu teori tingkah-laku (behaviorism theory) dari B.F Skinner mulai mempengaruhi penggunaan media dalam pembelajaran. Dalam teorinya, mendidik adalah mengubah tingkah-laku siswa. Teori ini membantu dan mendorong diciptakannya media yang dapat mengubah tingkah-laku siswa sebagai hasil proses pembelajaran.
Pada tahun 1965-1970 , pendekatan system (system approach) mulai menampakkan pengaruhnya dalam kegiatan pendidikan dan kegiatan pembelajaran. Pendekatan system ini mendorong digunakannya media sebagai bagian integral dalam proses pembelajaran. Setiap program pembelajaran harus direncanakan secara sistematis dengan memusatkan perhatian pada siswa. Ada dua ciri pendekatan sistem pengajraan, yaitu sebagai berikut :

- Pendekatan sistem pengajaran mengarah ke proses belajar mengajar. Proses belajar-mengajat adalah suatu penataan yang memungkinkan guru dan siswa berinteraksi satu sama lain.
- Penggunaan metode khusus untk mendesain sistem pengajaran yang terdiri atas prosedur sistemik perencanaan, perancangan, pelaksanaan, dan penilaian keseluruhan proses belajar-mengajar
Program pembelajaran direncanakan berdasarkan kebutuhan dan karakteristik siswa diarahkan kepada perubahan tingkah laku siswa sesuai dengan tujuan yang dicapai. Pada dasarnya pendidik dan ahli visual menyambut baik perubahan ini. Sehingga untuk mencapai tujuan pembelajaran tersebut, mulai dipakai berbagai format media. Dari pengalaman mereka, guru mulai belajar bahwa cara belajar siswa itu berbeda-beda, sebagian ada yang lebih cepat belajar melalui media visual, sebagian audio, media cetak, dan sebagainya. Sehingga dari sinilah lahir konsep media pembelajaran.

C. Fungsi Media Pembelajaran
Fungsi media dalam pembelajaran secara rinci adalah sebagai berikut:
1.    Memperjelas penyajian materi (pesan) dalam bentuk visualisasi yang jelas sehingga pesan tidak terlalu bersifat verbalistis.
2.     Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indera.
3.     Menjadikan pengalaman manusia dari abstrak menjadi kongkret
4.     Memberikan stimulus dan rangsangan kepada siswa untuk belajar secara aktif
5.    Dapat meningkatkan motivasi siswa sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar.

D.  Ciri-ciri media pembelajaran adalah:
•Media pembelajaran identik dengan alat peraga langsung dan tidak langsung.
• Media pembelajaran digunakan dlm proses komunikasi instruksional.
• Media pembelajaran merupakan alat yg efektif dalam instruksional.
• Media pembelajaran memiliki muatan normatif bagi kepentingan pendidikan.
• Media pembelajaran erat kaitannya dgn metode mengajar khususnya maupun komponen-komponen sistem instruksional lainnya.
• Sumber belajar dikatakan alat peraga jika hal tersebut fungsinya hanya se bagai alat bantu saja. 
• Dikatakan media jika ia merupakan bagian integral dari seluruh kegiatan belajar & ada pembagian tanggung jawab antara guru & sumber lain.
• Dengan demikian perbedaan antara media dan alat peraga terletak pada fungsinya bukan pada substansinya