PENGANTAR MEDIA PENDIDIKAN
OLEH :
NANANG WAHYUDI
A.
PENGERTIAN MEDIA PENDIDIKAN
¨
Istilah media berasal dari bahasa Latin yang merupakan
bentuk jamak dari "medium" yang secara harafiah berarti perantara
atau pengantar
¨
Secara harfiah media diartikan “perantara” atau
“pengantar”. AECT (Association for Educational Communication and Technology)
mendefinisikan media yaitu segala bentuk yang digunakan untuk proses penyaluran
informasi.
¨
Robert Hanick dan kawan-kawan (1986) mendefinisikan media
adalah sesuatu yang membawa informasi antara sumber (source) dan penerima
(receiver) informasi.
¨
Masih dalam sudut yang sama Kemp dan Dayton mengemukakan
peran media dalam proses komunikasi sebagai alat pengirim (transfer) yang
mentransmisikan pesan dari pengirim (sender) kepada penerima pesan atau
informasi (receiver).
¨
Sedangkan Oemar Hamalik mendefinisikan, media sebagai
teknik yang digunakan dalam rangka lebih mengefektifkan komunikasi antara guru
dan murid dalam proses pendidikan dan pengajaran di sekolah. Media pembelajaran
merupakan perantara atau alat untuk memudahkan proses belajar mengajar agar
tercapai tujuan pengajaran secara efektif dan efisien.
¨
Dari pendapat-pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa
media pembelajaran adalah alat atau metodik dan teknik yang digunakan sebagai
perantara komunikasi antara seorang guru dan murid dalam rangka lebih
mengefektifkan komunikasi dan interaksi antara guru dan siswa dalam proses
pendidikan pengajaran di sekolah.
Media pendidikan , tentu saja media
yang digunakan dalam proses dan untuk mencapai tujuan pendidikan. Pada
hakekatnya media pendidikan juga merupakan media komunikasi, karena proses
pendidikan juga merupakan proses komunikasi. Apabila kita bandingkan dengan
media pembelajaran, maka media pendidikan sifatnya lebih umum, sebagaimana
pengertian pendidikan itu sendiri. Sedangkan media pembelajaran sifatnya lebih
mengkhusus, maksudnya media pendidikan yang secara khusus digunakan untuk
mencapai tujuan belajar tertentu yang telah dirumuskan secara khusus. Tidak
semua media pendidiikan adalah media pembelajaran, tetapi setiap media
pembelajaran pasti termasuk media pendidikan
- Sejarah Media Pendidikan
Pada
akhir tahun 1950
teori komunikasi mulai mempengaruhi penggunaan alat bantu audio visual, yang
berguna sebagai penyalur pesan atau informasi belajar.
Pada tahun 1960-1965 orang-orang mulai memperhatikan siswa sebagai komponen yang penting dalam proses belajar mengajar. Pada saat itu teori tingkah-laku (behaviorism theory) dari B.F Skinner mulai mempengaruhi penggunaan media dalam pembelajaran. Dalam teorinya, mendidik adalah mengubah tingkah-laku siswa. Teori ini membantu dan mendorong diciptakannya media yang dapat mengubah tingkah-laku siswa sebagai hasil proses pembelajaran.
Pada tahun 1965-1970 , pendekatan system (system approach) mulai menampakkan pengaruhnya dalam kegiatan pendidikan dan kegiatan pembelajaran. Pendekatan system ini mendorong digunakannya media sebagai bagian integral dalam proses pembelajaran. Setiap program pembelajaran harus direncanakan secara sistematis dengan memusatkan perhatian pada siswa. Ada dua ciri pendekatan sistem pengajraan, yaitu sebagai berikut :
Pada tahun 1960-1965 orang-orang mulai memperhatikan siswa sebagai komponen yang penting dalam proses belajar mengajar. Pada saat itu teori tingkah-laku (behaviorism theory) dari B.F Skinner mulai mempengaruhi penggunaan media dalam pembelajaran. Dalam teorinya, mendidik adalah mengubah tingkah-laku siswa. Teori ini membantu dan mendorong diciptakannya media yang dapat mengubah tingkah-laku siswa sebagai hasil proses pembelajaran.
Pada tahun 1965-1970 , pendekatan system (system approach) mulai menampakkan pengaruhnya dalam kegiatan pendidikan dan kegiatan pembelajaran. Pendekatan system ini mendorong digunakannya media sebagai bagian integral dalam proses pembelajaran. Setiap program pembelajaran harus direncanakan secara sistematis dengan memusatkan perhatian pada siswa. Ada dua ciri pendekatan sistem pengajraan, yaitu sebagai berikut :
- Pendekatan sistem pengajaran mengarah ke proses belajar mengajar. Proses belajar-mengajat adalah suatu penataan yang memungkinkan guru dan siswa berinteraksi satu sama lain.
- Penggunaan metode khusus untk mendesain sistem pengajaran yang terdiri atas prosedur sistemik perencanaan, perancangan, pelaksanaan, dan penilaian keseluruhan proses belajar-mengajar
Program pembelajaran direncanakan berdasarkan kebutuhan dan karakteristik siswa diarahkan kepada perubahan tingkah laku siswa sesuai dengan tujuan yang dicapai. Pada dasarnya pendidik dan ahli visual menyambut baik perubahan ini. Sehingga untuk mencapai tujuan pembelajaran tersebut, mulai dipakai berbagai format media. Dari pengalaman mereka, guru mulai belajar bahwa cara belajar siswa itu berbeda-beda, sebagian ada yang lebih cepat belajar melalui media visual, sebagian audio, media cetak, dan sebagainya. Sehingga dari sinilah lahir konsep media pembelajaran.
C. Fungsi Media Pembelajaran
Fungsi media dalam pembelajaran secara rinci adalah sebagai berikut:
Fungsi media dalam pembelajaran secara rinci adalah sebagai berikut:
1.
Memperjelas penyajian materi (pesan) dalam bentuk
visualisasi yang jelas sehingga pesan tidak terlalu bersifat verbalistis.
2. Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya
indera.
3. Menjadikan pengalaman manusia dari abstrak
menjadi kongkret
4. Memberikan stimulus dan rangsangan kepada
siswa untuk belajar secara aktif
5. Dapat
meningkatkan motivasi siswa sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar.
D. Ciri-ciri
media pembelajaran adalah:
•Media pembelajaran identik dengan alat peraga langsung dan tidak langsung.
• Media pembelajaran digunakan dlm proses komunikasi instruksional.
• Media pembelajaran merupakan alat yg efektif dalam instruksional.
• Media pembelajaran memiliki muatan normatif bagi kepentingan pendidikan.
• Media pembelajaran erat kaitannya dgn metode mengajar khususnya maupun komponen-komponen sistem instruksional lainnya.
• Sumber belajar dikatakan alat peraga jika hal tersebut fungsinya hanya se bagai alat bantu saja.
• Dikatakan media jika ia merupakan bagian integral dari seluruh kegiatan belajar & ada pembagian tanggung jawab antara guru & sumber lain.
• Dengan demikian perbedaan antara media dan alat peraga terletak pada fungsinya bukan pada substansinya
•Media pembelajaran identik dengan alat peraga langsung dan tidak langsung.
• Media pembelajaran digunakan dlm proses komunikasi instruksional.
• Media pembelajaran merupakan alat yg efektif dalam instruksional.
• Media pembelajaran memiliki muatan normatif bagi kepentingan pendidikan.
• Media pembelajaran erat kaitannya dgn metode mengajar khususnya maupun komponen-komponen sistem instruksional lainnya.
• Sumber belajar dikatakan alat peraga jika hal tersebut fungsinya hanya se bagai alat bantu saja.
• Dikatakan media jika ia merupakan bagian integral dari seluruh kegiatan belajar & ada pembagian tanggung jawab antara guru & sumber lain.
• Dengan demikian perbedaan antara media dan alat peraga terletak pada fungsinya bukan pada substansinya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar