Alamat : Ds Wangkal RT 8 RW 4 Krembung Sidoarjo Jatim ,HP. 081703012793

Selasa, 20 Mei 2014

Klasifikasi Media Pendidikan



KLASIFIKASI MEDIA PENDIDIKAN
Oleh : Nanang Wahyudi

Media pembelajaran merupakan komponen instruksional yang meliputi pesan, orang, dan peralatan. Dengan masuknya berbagai pengaruh ke dalam dunia pendidikan (misalnya teori/konsep baru dan teknologi), media pendidikan (pembelajaran) terus mengalami perkembangan dan tampil dalam berbagai jenis dan format, dengan masing-masing ciri dan kemampuannya sendiri. Dari sinilah kemudian timbul usaha-usaha untuk melakukan klasifikasi atau pengelompokan media.

A.     Klasifikasi menurut para ahli

1.   Klasifikasi Menurut Hamijaya
Santoso S. Hamijaya, mengklasifikasikan media pendidikan yang dikaitkan dengan teknologi pendidikan menurut penggunaannya, yaitu:
a.         Media dan teknologi pendidikan yang penggunaannya secara masal, yaitu sebagai berikut:
·         Televisi
·          Film dan Slide
·          Radio
b.        Media dan teknologi pendidikan yang metode penggunaannya secara individual, misalnya:
·         Kelas dan laboratorium elektronik
·         Alat-alat otoinstruktif
·         Kotak unit instruksional
c.         Media dan teknologi pendidikan yang penggunaannya secara konvensional
d.        Media dan teknologi pendidikan pada pendidikan modern, berupa:
·         Ruang kelas otomatis
·         Sistem proyeksi berganda
·         System interkomunikasi

2. Klasifikasi Menurut Gerlack dan Ely
Media dibagi menjadi 5 kategori umum menurut sifat benda, yaitu:
a. Benda-benda asli dan manusia
b. Gambar-gambar dan gambar yang disorot
c. Benda-benada yang didengar
d. Benda-benda cetakan
e. Benda-benda yang dipamerkan

3. Klasifikasi Menurut Edgar Dale
Mengklasifikasikan media instruksional edukatif berdasarkan pengalaman belajar peserta didik, yaitu dari yang bersifat konkret sampai yang bersifat abstrak. Pengalaman-pengalaman itu meliputi:
a. Pengalaman melalui lambang kata/verbal
b. Pengalaman melalui lambang visual
c. Pengalaman melalui gambar
d. Pengalaman melalui rekaman, radio, gambar
e. Pengalaman melalui gambar hidup
f. Pengalaman melalui televisi
g. Pengalaman melalui pameran
h. Pengalaman melalui widyawisata
i.  Pengalaman melalui kegiatan demonstrasi

4. Klasifikasi Menurut Rudy Bretz
Mengelompokkan media kedalam 7 kelas yaitu:
a. Media Audio-Motion-visual
b. Media Audio-skill-visual
c. Media audio-seminotion
d. Media motion-visual
e. Media skill-visual
f. Media audio
g.Media yang hanya mampu menampilkan informasi berupa symbol-simbol tertentu saja.
                                                      
5. Klasifikasi Menurut Briggs
Briggs mengoidentifikasi 13 macam media yaitu:
a. Objek
b. Model
c. Suara langsung
d. Rekaman audio
e. Media cetak
f.  Pembelajaran terprogram
g. Papan tulis
h. Media transparnsi
i.  Film rangkai
j.  Film bingkai
k. Film
l.  Televisi
m Gambar

7. Klasifikasi Menurut Gagne
Gagne membuat 7 pengelompokan media, yaitu:
a.       Benda untuk didemonstrasikan
b.      Komunikasi lisan
c.       Media cetak
d.      Gambar diam
e.       Gambar gerak
f.       Film bersuara
g.      Mesin belajar

8. Klasifikasi menurut suparlan al-hakim:
a.    Media visual : gambar,foto,grafik,skema dll
b.      Media audio : radio, tape recorder
c.       Media pandang dengan pendengaran : tv, video tape
d.      Media display : papan tulis
e.       Media cetak : buku, surat kabar, majalah
f.       Pengalaman sebenarnya maupun tiruan : kerja praktek,
       permainan, simulasi,karyawisata

Secara umum ada empat jenis media pembelajran, yaitu media visual, media audio, mediaaudio-visual, dan multimedia.
1.      Media visual, yaitu media yang digunakan hanya mengandalkan indra penglihatan peserta didik, sehingga pengalaman belajarnya sangat tergantung pada kemampuan penglihatan. Contoh : photo, grafik, bagan, diagram.
2.      Media audio, yaitu media yang dalam proses penggunaannya hanya melibatkan indra pendengaran peserta didik. Contoh: tape recorder, radio.
3.      Media audio-visual, yaitu media ini melibatkan pendengaran dan penglihatan sekaligus dalam penggunaannya. Contoh: televisi, film dan video.
4.      Multimedia, yaitu media yang melibatkan jenis media untuk merangsang semua indera dalam suatu kegiatan pembelajaran.


B.     Macam-macam Media dalam Pembelajaran PAI
Media pembelajaran pendidikan agama Islam merupakan wadah dari pesan yang disampaikan oleh sumber atau penyalurnya yaitu pendidik, kepada sasaran atau penerima pesan, yakni peserta didik yang belajar pendidikan agama Islam. Tujuan penggunaan media pembelajaran pendidikan agama Islam tersebut adalah supaya proses pembelajaran pendidikan agama Islam dapat berlangsung dengan baik. Dari jenisnya, media pembelajaran pendidikan agama Islam dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis, yakni media yang bersifat materi (benda) dan media yang bersifat non materi (bukan benda).

1.    Media yang Bersifat Materi
Media pembelajaran yang bersifat materi ialah media yang berupa benda mati yang dapat mendukung proses kegiatan belajar-mengajar yang disebut juga dengan media peraga, seperti ruang kelas, perlengkapan belajar, dan lain sebagainya. Media ini mempunyai cakupan yang sangat luas, di antaranya adalah:
a. Media Cetak
b. Media Audio
c. Media Visual
d. Media Audio Visual
e. Media Display
f. Media Praktek

2.    Media yang Bersifat Non-Materi
Media pendidikan yang bersifat non materi memiliki sifat yang abstrak dan hanya dapat diwujudkan melalui perbuatan dan tingkah laku seorang pendidik terhadap anak didiknya. Diantara media yang termasuk dalam kategori ini adalah: keteladanan, perintah, tingkah laku, ganjaran dan hukuman.
a.    Keteladanan
Pada umumnya, manusia memerlukan figure (sosok) identifikasi yang dapat membimbing manusia ke arah kebenaran. Untuk memenuhi keinginan tersebut, Allah mengutus Muhammad menjadi tauladan bagi manusia dan wajib diikuti oleh umatnya. Untuk menjadi sosok yang ditauladani, Allah memerintahkan manusia termasuk pendidik selaku khalifah fi al-ardh untuk mengerjakan perintah Allah dan Rasul-Nya sebelum mengajarkannya kepada orang yang akan dipimpin.
b.    Perintah dan Larangan
Seorang muslim diberi oleh Allah tugas dan tanggung jawab untuk melaksanakan “Amar ma’ruf nahi munkar”. Amar ma’ruf nahi munkar merupakan media dalam pendidikan. Perintah adalah suatu keharusan untuk berbuat atau melaksanakan sesuatu. Suatu perintah akan mudah ditaati oleh peserta didik jika pendidik sendiri menaati peraturan tersebut, atau apa yang dilakukan si pendidik sudah dimiliki atau menjadi pedoman pula bagi hidup si pendidik.
Sementara larangan dikeluarkan apabila si peserta didik melakukan sesuatu yang tidak baik atau membahayakan dirinya. Larangan sebenarnya sama dengan perintah. Kalau perintah merupakan suatu keharusan untuk berbuat sesuatu yang bermanfaat, maka larangan adalah keharusan untuk tidak melakukan sesuatu yang merugikan.
c.    Ganjaran dan Hukuman
Ganjaran dalam konteks ini adalah memberikan sesuatu yang menyenangkan (penghargaan) dan dijadikan sebuah hadiah bagi peserta didik yang berprestasi, baik dalam belajar maupun sikap prilaku.
Selain ganjaran, hukuman juga merupakan media pendidikan. Dalam Islam hukuman disebut dengan iqab. Sejak dahulu, hukuman dianggap sebagai media yang istimewa kedudukannya, sehingga hukuman itu diterapkan tidak hanya dibidang pengadilan saja, tetapi juga diterapkan pada semua bidang, termasuk bidang pendidikan.

DOWNLOAD

Tidak ada komentar:

Posting Komentar